Selasa, 28 Desember 2010

jika aku jadi pengamen

pengamen sering kali di identikkan dengan orang malas bekerja, preman yang mencari uang untuk hura2. dengan kata lain selalu di identikan dengan hal-hal yang negatif pernahkah kita merasa terhimpit dengan keadaan ekonomi yang carut marut, serba kekurangn dan mendesak. yang membikin kepala seakan mau pecah. buka usaha butuh modal. bekerja kemana lapangan kerja seakan tak mau memandangnya.

apalagi anak2 yang masih dibawah umur, salah satu jawaban yang bisa dilakukan adalah ngamen. yang mereka anggap itu adalah cara mudah mendapatkan uang yang mereka anggap juga halal, yang bisa membantu meringankan beban orang tua.

aku dulu juga berpandangan bahwa mereka itu mnalas bekerja, mengamen dijadikan alat untuk mabuk-mabukan foya2, tapi kini begitu aku terhimpit oleh kerasnya dunia usaha kerasnya zaman, aku baru mulai berfikir, disanalah ada modal untuk memulai sebuah usaha, disanalah ada secercah harapan yang mungkin akan membawa kepada kesuksesan dan kebebasan dari caci maki dan hinaan dunia. hanya saja mereka yang masih dibawah umur itu sering kali kurang berfikir secara kreatif. misal andai mereka mau menabung lalu dijadikan modal usaha maka mereka dapat terbebas dari profesi ngamen di kemudian hari.

sesungguhnya siapa yang bertanggung jawab untuk memajukan dan menyelamatkan mereka dari kerasnya dunia jalanan???
siapa yang harus memberi mereka pendidikan yang layak???
siapa yang harusnya membesarkan mereka??/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar