Kamis, 27 Januari 2011

Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

By Siswanto, Lutfi Dwi Puji Astuti - Kamis, 27 Januari

Saat gairah memuncak

VIVAnews - Tabu, menimbulkan rasa bersalah, atau bisa berdampak buruk bagi kesehatan adalah sejumlah anggapan yang membuat kebanyakan wanita merasa jengah ketika membahas soal masturbasi. Bisa dibilang, kegiatan yang juga dikenal dengan istilah onani atau seks 'swadaya' ini memang lebih populer di kalangan pria. Tapi, sebenarnya tidak sedikit wanita yang juga melakukannya.

Menurut studi seputar masturbasi mengungkapkan, sebanyak 95 persen pria dan 89 persen dari wanita ternyata melakukan aktivitas ini. Mereka terdiri orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang, profesi, dan umur.
Lantas, apakah masturbasi berbahaya? Di dunia medis, masturbasi dianggap sebagai perilaku alami, baik untuk pria maupun wanita. Ini tidak fisik maupun mental. Masturbasi baru menjadi masalah bila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya Anda sampai titik mengabaikan pekerjaan rumah tangga, seperti dikutip dari laman Divine Caroline.

Percaya atau tidak, penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi memiliki manfaat kesehatan potensial bagi pria dan wanita. Carrie Levine, seorang bidan asal Amerika Serikat, juga mengungkap, masturbasi pada wanita sebenarnya memiliki dampak positif baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Apa saj manfaatnya?

- Membantu seseorang lebih relaks dan mudah tertidur.

- Mengurangi stres.

- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

- Mungkin memberikan perlindungan terhadap kanker prostat. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa persentase penduduk yang bermasturbasi secara teratur untuk menggantikan hubungan seksual normal memiliki insiden lebih rendah terkena kanker prostat.

- Kegiatan ini pada dasarnya adalah seks aman tanpa khawatir terhadap kehamilan dan PMS.

- Masturbasi berpotensi meningkatkan kesehatan dan tidak berbahaya bagi mental atau fisik Anda. Read More..

Sabtu, 08 Januari 2011

pencak silat terancam klaim malaysia


Jakarta, NU Online
Jika tidak dirawat dan dikembangkan dengan baik, tradisi bela diri pencak silat yang merupakan peninggalan asli dari Indonesia bisa diklaim oleh negera lain dan Indonesia dianggap belajar dari mereka.

“Dalam beberapa tahun mendatang, jika tradisi pencak silat ini tidak dipelihara dan dikembangkan, ini akan diklaim sebagai milik Malaysia,” tutur Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film (NBSF) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Dr Mukhlis Paeni dalam Kongres I Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, Kamis malam.

“Ini harus betul-betul dijaga karena tidak ternilai harganya, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga ilmu, seni dan olah raga,” tandasnya.

Salah satu upaya untuk mejaga tradisi yang tak ternilai harganya ini adalah dengan pewarisan melalui pendidikan. Karena itu, ia setuju dengan usulan Menpora Adyaksa Dault agar pencak silat diajarkan mulai dari SD.

Klaim Malaysia atas berbagai tradisi yang berasal dari Indonesia dan diakui sebagai miliknya itu sudah terbukti pada beberapa jenis kesenian Melayu yang berasal dari Riau dan Riau Kepulauan.

“Mereka juga mengklaim angklung sebagai miliknya, mengimpor bibit bambu dari Jawa Barat, menarik para pengrajin kita untuk tinggal disana, ini semuanya dilakukan oleh pemerintah disana,” imbuhnya.

Perhatian untuk menjaga tradisi tersebut juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Malaysia. Dengan dana yang dimiliknya, mereka giat membina dan mengembangkan tradisi-tradisi yang ada sehingga tetap terjaga.

Meskipun masih terbatas, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI juga telah mencanangkan program Maestro. Dalam program ini, orang-orang yang memiliki keahlian seni diberi insentif sebesar 1 juta per bulan untuk mentransfer ilmu yang mereka miliki kepada para generasi muda sehingga ilmunya tidak hilang.

“Kami baru bisa membina 30 orang. Salah satunya guru pencak silat di Sumatra yang sudah berumur 105 tahun dan seorang penutur dari Sasak NTB,” katanya. (mkf)

sumber : http://www.nu.or.id
Read More..

Senin, 03 Januari 2011

sungai brantas membawa sukurku


sore ini aku menyempatkan diri mampir di pinggiran kali brantas, kota kediri sebelahnya jembatan lama, kota kediri dipisahkan oleh sungai besar yang mengalir melewati seluruh jawa timur, dan salah satunya melewati kota kediri. di kota kediri sungai ini menghubungkan antara kediri " etan kali dan kulon kali " red. etan kali dan kulon kali itu sebutan yang sering digunakan masyarakat kediri untuk menyebut daerah yang dipisahkan sungai brantas.
sehabis jalan kaki ke bank BNI aku sempatkan untuk mapir di pinggiran kali utara jembatn lama yang menghubungkan pasar bandar dan kota besarnya, di bawah jembatan itu dibagian timur terbentang padang rumput yang luas yang kalo sore hari sering dijadikan ajang maen bola amatir anak2 sekitar brantas. angin sore berhembus dari hulu ke hilir, membelai hati2 yang gelisah, menerbangkan kegelisahan itu walau sejenak mata. aku memanjakan diri disana menikmati belaian angin yang berhembus mesra, memandang ke hulu hingga tikungan sungai terbentang sungai yang indah, lalu pandangan mataku kali ini tertuju pada puluhan burung walet yang tak pernah lelah terbang, meliuk2 menikung kiri kanan, seakan asyik bermain bersama angin dan pancaran keindahan sungai. subhanalloh , maha benar ALLAH lagi maha Kuasa, bagaimana seekor burung itu diciptakan, tubuh yang kecil tapi kemampuan terbangnya sangat luar biasa, tak pernah lelah di hempaskan angin yang terus mengalun. belum selesai aku mengagumi ciptaan Allah yang satu, kini aku tengok ke pinggiran sungai, terlihat beberapa ikan berenang dengan asiknya, kembali aku memuji namaNYA, Sungguh kuasamu Tiada tandingan ya ALLAH, ampuni dosakau, yang sering kali merasa takabur dan merasa menang sendiri.
kini aku teringat akan masalahku, teringat akan orang tuaku yang banting tulang demi membiayai kuliahku. berdesir lagi hatiku. " ya Allah sayangi orang tuaku sebagai9mana mereka selalu menyayangiku, ya Allah lancarkan rezekinya sebagaimana merekia selalu menafkahiku. ya Allah bimbinglah aku agar hamba mampu membahagiakan dan membuat orang tuaku bangga."
kira 2 satu jam akhirnya aku pulang kerumah karena waktu juga semakin senja. terimakasih Ya ALLAH kau bukakan hati ini.
Read More..